Open top menu
Tuesday, 19 January 2016

Peneliti Ini Bisa Menciptakan Baterai Yang Bisa Hidup dan Mati Sendiri ?


Baterai yang bisa mati dan hidup sendiri



Visittekno - Dizaman teknologi seperti sekarang peranan baterai sangatlah berguna bagi bidang elektronika. Hampir semua barang - barang sekarang semuanya menggunakan baterai untuk menunjang penggunaannya. Contohnya saja smartphone dan gadget lainnya. Bagi alat - alat tersebut baterai merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktifitasnya. Baterai pun sudah mengalami kemajuan pada saat ini,mulai dari baterai yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar hingga baterai yang bisa hidup dan mati sendiri.

Mungkin bagi kalian yang baru mendengarnya terdengar asing,namun percayalah bahwa peneliti asal Amerika Serikat dari Standford University telah menciptakan baterai yang bisa " hidup " dan " mati " sendiri. Peneliti yang terdiri dari Zhenan Bao : profesor bidang teknik kimia di Stanford, Yi Cui : profesor teknik dan ilmu bidang foton, serta Zheng Chen : mahasiswa pasca doktoral. 

"Orang-orang sudah mecoba berbagai cara untuk mengatasi masalah potensi kebakaran pada baterai lithium-ion. Kini kami telah merancang baterai pertama yang bisa mati dan kembali hidup secara otomatis, tanpa menurunkan kinerjanya," terang Bao.

Bagaimana cara kerja baterai yang bisa hidup dan mati sendiri ?

Pertama mereka membuat partikel nikel berukuran kecil, pada permukaan partikel tersebut memiliki duri - duri kecil yang berukuran nano. Duri - duri kecil yang berukuran nano tersebut kemudian dilapisi dengan graphene . Graphene adalah lapisan yang terbuat dari karbon dan ukurannya adalah seukuran atom.

Selanjutnya,mereka menanamkan partikel tadi kedalam lapisan film tipis yang terbuat dari polyethylene elastis. " Kami sematkan polyethylene itu pada salah satu elektroda baterai sehingga arus listrik bisa mengalir melaluinya " terang Chen, yang berperan menulis penelitian tersebut.

Bahan polyethylene tersebut akan merenggang ketika baterai sudah mencapai panas yang berlebih. Selanjutnya duri - duri yang ada didalamnya akan terpisah satu sama lainnya sehingga mengakibatkan aliran listrik terputus ( baterai mati ).

Sedangkan ketika suhu sudah kembali normal atau dingin maka duri - duri yang tadinya berjauhan jaraknya akan merapat satu sama lainnya sampai akhirnya manyatu dan bisa mengalirkan listrik kembali ( baterai hidup ).

Manfaat dari baterai yang bisa hidup dan mati sendiri


Manfaat dari baterai ini salah satunya adalah bisa mencegah terjadinya ledakan pada baterai. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak kasus meledaknya smartphone dikarenakan overheat ( panas berlebih ) pada baterainya.

Baterai yang mengalami panas berlebih akan dengan mudah memicu terjadinya ledakan. Tidak hanya itu, jika suatu baterai di tusuk , mengalami korslet atau pun di charge terlalu lama juga akan bisa menimbulkan ledakan. 

Umumnya suhu maksimal baterai adalah 150 derajat celcius. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa baterai ini bisa mati ketika panasnya sudah mencapai batas maksimal sehingga ketika baterai sudah overheat , maka baterai akan dengan sendirinya memutuskan aliran listrik tersebut dan " mencegah " terjadinya ledakan. Dan ketika suhu baterai sudah normal kembali maka baterai akan hidup dengan sendirinya.

Sumber : tekno.kompas.com

Different Themes
Written by Templateify

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

This is the most recent post.
Older Post

0 comments